Finalis Duta Budaya FAHUM UINRF Kunjungi Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam

HUMAS-FAHUM-UINRF,– Finalis Duta Budaya Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UINRF) Palembang, melakukan kunjungan ke Istana Kesultanan Palembang Darusaalam (KPD) dan dijamu makan siang (Makan ala Hidangan Palembang), Rabu (14/11/18).
Setelah menjalani serangkaian kegiatan dalam ajang pemilihan Duta Budaya 2018 (Angkata Ke-2), hari ini (Rabu,14/11/18), BeauTy Class dan Kunjungan ke Istana Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan Muhammad Mansyur.
Wakil Dekan III Fahum UIN Raden Fatah Palembang mengatakan, H Dolla Sobari mengatakan, kalau acara duta budaya ini sudah masuk tahun kedua (angkatan kedua), dan banyak terjadi perubahan dan peningkatan kualitas acara bila dibandingkan angkatan pertama.
“Kegiatan tahun ini banyak peningkatannya dan hari ini kami diterima oleh Sultan Mahmud Baaruddin IV Fauwaz Diraja guna mengetahui sejarah kesultanan dan budaya kota Palembang” katanya.
Para Finalis sengaja kami jadwalkan kesini selain untuk silaturahmi, tentu untuk menggali lebih dalam lagi materi sejarah dan budaya Palembang yang telah banyak dilupakan generasi saat ini.
Dalam Sambutan Sultan Mahmud Baaruddin IV Fauwaz Diraja mengatakan, kalau istana KPD selalu diisi kegiatan yang berkaitan dengan Budaya, Diskusi ilmiah, serta pengajian dan lain lain.
Jalinan kerjasama terus kami bina dengan berbagai dinas dan lembaga2 kebudayaan serta berbagai lembaga, seperti Dewan kesenian Palembang, Perguruan Tinggi serta organisasi-organisasi bahkan hingga kerjasama antar negara.
“Diantara kegiatan tersebut FGD bulanan dengan tema tema tertentu, dan kegiatan Budaya serta kunjungan hingga MoU dan MoA antara lembaga,” Jelas Sultan yang telah diangkat menjadi Sultan sejak tahun 2010 yang lalu (saat Mediang Ayahnya masih Hidup).
Masih menurut Sultan (SMB IV) KPD mendukung semua upaya pelestarian budaya Palembang yang adi luhung, dan kami bersyukur jika Fakultas Adab dan Humaniora melalui Finalis Duta Budaya telah berinisitif untuk menjadwalkan kunjungannya ke Istana Adat. (ARI/KB)

FAHUM UINRF Palembang Gelar REVJA 2018 dan Pemantapan RENJA 2019

HUMAS-FAHUM,– Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A. Ph.D., Rektor UIN Raden Fatah Palembang, hari ini membuka kegiatan Rapat Evaluasi Kerja (REVJA) Tahun 2018 dan Pemantapan Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2019, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, di Ruang Serelo, Hotel Swarna Dwipa Palembang , Sabtu (10/11/2018).

Read moreFAHUM UINRF Palembang Gelar REVJA 2018 dan Pemantapan RENJA 2019

Budaya Melayu di Palembang Mulai Hilang

Budaya melayu di kota Palembang yang dulu menjadi identitas masyarakat kota Palembang pernah menjadi tuan di negeri seniri, namun budaya melayu yang dulu menjadi kearifan lokal masyarakat melayu di Palembang, kini lambat laun mulai hilang.

Sejarawan kota Palembang, Kemas A.R. Panji, S.Pd., M.Si menilai hilangnya budaya melayu di karenakan karena perkembangan zaman dan globalisasi dan ketidaktahuan generasi muda saat ini. “Solusinya dengan melakukan publikasi dalam bentuk komunikasi dengan membuat video pendek dan di bagi di medsos dan juga membuat film documenter, publikasi video pendek dan sebagainya,” katanya saat menjadi pemateri dalam Workshop Kajian Ilmu Komunikasi dengan Tema Kearifan Lokal Masyarakat Melayu, di Gedung rektorat ruang rapat Lt.3, UIN Raden Fatah, Palembang, Kamis (27/9).

Secara prinsip menurutnya , Film Dokumenter yang baik adalah Film yang isinya berbasis data berupa fakta dan realita, yang dawali dengan riset dan observasi. Kemudian diangkat dalam bentuk bentuk Film/Audio Visual.  Kegiatan Workshop dibuka langsung oleh Dekan FISIP UINRF Palembang, Prof. Dr. H. Izomiddin, M.A., Didampingi Oleh Wadek I, Dr. Yenrizal, S.Sos., M.Si. dan Wadek III, Dr. Kun Budianto, S.Ag., M.Si. Para Dosen, serta Kaprodi Ilmu Komunikasi, Reza Aprianti, S.I.Kom., M.A. selaku Ketua Panitia.

Sebagai narasumber workshop: Ali Masri, Ph.D dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Alvien Damardanto YP (Sineas), Masyhur, Ph.D. (Ahli Bahasa dan Budaya Melayu), Kemas A.R. Panji, S.Pd., M.Si (Sejarawan Palembang), yang Dimoderatori oleh M. Mifta Farid, M.I.Kom. 

Dekan Fisip UINRF Palembang berharap Kegiatan workshop akan menghasilkan hasil Kerja yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan penguatan distingsi lembaga sebagai Universitas yang Berbasis Islam Melayu. “Workshop adalah Bengkel kerja jadi harapannya kegiatan hasil akan menghasilkan produksi dibidang Ilmu Komuniasi yang berbasis pada Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Dan Kajian Keislaman, sehingga mengacu pada distingsi lembaga (Universitas)” ujar Izommiddin.

Masyhur, Ph.D. (Ahli Bahasa dan Budaya Melayu) sepakat bahwa pengembangan kurikulum Ilmu Komunikasi harus berbasis budaya dan kearifan lokal, dan dengan membuat Film-film dokumenter yang berbasis pada Kearifan Lokal.#osk

sumber : http://beritapagi.co.id/2018/09/27/budaya-melayu-di-palembang-mulai-hilang.html

Fakultas Adab dan Humaniora UINRF Palembang Yudisium 65 Mahasiswa

HUMAS-FAHUM,– Bertempat di gedung Convention Grand Atyasa Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UINRF) Palembang menggelar yudisium ke XII terhadap 65 Mahasiswa/i nya, Prosesi dihadiri oleh Wakil Rektor II, Dr. Zainal Berlian, SH., MM., DBA, Dekan FAHUM, Dr. Nor Huda, M.Ag., M.A., serta Pimpinan Fakultas dan seluruh civitas akademika FAHUM serta tamu undangan lainnya, Selasa (25/09/18).

Read moreFakultas Adab dan Humaniora UINRF Palembang Yudisium 65 Mahasiswa

X